• Home
  • About
    • My Profile
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
  • Categories
    • Job Hunting
    • Scholarship Hunter
    • Scientific Writing
  • FAQ
  • Miscelaneos
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

Satsuma Career

Thank you buat teman-teman yang terus menantikan postingan baru di Satsuma Career 😊. Setelah pemberkasan DRH memang ada sedikit waktu untuk istirahat sebentar, namun setelah TMT (Terhitung Mulai Tanggal) CPNS kegiatan perlahan mulai padat merayap.

virtual background PKTBT CASN BRIN 2022
Virtual background PKTBT CASN BRIN 2022

Sebulan setelah TMT, saya mulai masuk ke pra-PKTBT selama dua hari dan dilanjutkan PKTBT selama dua minggu. PKTBT itu kepanjangannya adalah Pelatihan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas. Normalnya kalau nggak di masa pandemi, kita akan bertemu teman-teman seangkatan untuk mengikuti pembekalan. Tetapi kali ini, PKTBT dilaksanakan secara online full dengan seragam putih (baju atasan dan jilbab) dan hitam (untuk celana dan rok).

Acara PKTBT itu ngapain aja?

Sesuai dengan kepanjangannya, yang disampaikan adalah materi-materi terkait dengan profesi peneliti ke depannya. Mulai dari penjelasan hak dan kewajiban PNS, perkenalan kedeputian yang ada di BRIN, jenjang karir jabatan fungsional peneliti, serta organisasi dan pusat riset yang ada di BRIN.

Karena materinya yang banyak, PKTBT cukup menguras tenaga. Tapi bismillah ya semoga setelah PKTBT pengetahuan ke-BRIN-an kita semakin bertambah dan siap diaplikasikan untuk perkembangan dunia riset di Indonesia.

Sekian dulu update perjalanan karir saya.

Salam,



Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Keuntungan adanya grup belajar

Ujian tes CPNS bukanlah hal yang main-main meskipun bagi sebagian orang tidak perlu belajar serius untuk melampaui nilai passing grade yang ditetapkan BKN. Tetapi, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan, yaitu melampaui passing grade tidak serta merta membuat teman-teman bisa lolos SKD. Teman-teman harus bisa memastikan diri menjadi yang terbaik di formasinya untuk bisa melanjutkan ke SKB. Bukan pekerjaan mudah bukan?

Awal April 2021, saya baru pulang ke Indonesia dari studi saya di Jepang dan memang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti job hunting. Tiba-tiba teman saya (sesama alumni S2 AGH IPB) menelepon dan mengajak saya untuk membentuk grup diskusi persiapan CNPS. Meski saya lebih mudah paham jika belajar sendiri, tapi saya pikir punya grup diskusi akan membantu saya menjaga motivasi ketika saya sedang down, maka ide tersebut saya sanggupi. Kemudian teman saya mengajak satu orang lagi untuk ikut sebagai anggota grup belajar. 

Singkat cerita, kami yang saat itu tinggal di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur memulai belajar bersama pada awal bulan Mei. Saat itu, kami belum ada gambaran mau melamar formasi apa karena Kemenpanrb belum mengeluarkan formasi resminya. Kami juga belajar masih mengacu pada edaran kemenpanrb untuk kisi-kisi soal CPNS tahun 2019. 

Sabtu & Minggu pagi adalah jadwal baku kami untuk belajar bersama menggunakan Zoom Meeting. Sabtu adalah jadwal untuk pendalaman materi dasar dan latihan, minggu adalah jadwal untuk latihan try out dan membahas jawaban. Kami menggunakan platform try out online yang dimiliki masing-masing secara bergantian, sedangkan untuk pendalaman materi saya breakdown seperti dibawah:

Tes Intelegensia Umum (TIU)
  • A memilih mendalami deret dan peluang, maka si A yang akan membuat presentasi tentang materi deret & peluang untuk disampaikan kepada dua teman lainnya.
  • B memilih gambar, maka si B yang akan membuat presentasi tentang gambar untuk disampaikan kepada dua teman lainnya.
  • C memilih aritmatika sosial, maka si C yang akan membuat presentasi tentang aritmatika sosial untuk disampaikan kepada dua teman lainnya.

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
  • A memilih mendalami peristiwa sebelum kemerdekaan, maka A harus membuat presentasi tentang peristiwa sebelum kemerdekaan untuk disampaikan pada dua temannya.
  • B mempelajari UUD 1945, maka si B yang akan membuat presentasi tentang UUD 1945 untuk disampaikan kepada dua teman lainnya.
  • C memilih pancasila, maka si C yang akan membuat presentasi tentang pancasila untuk disampaikan kepada dua teman lainnya.
dst.

Jumlah presentasi disesuaikan dengan jumlah materi yang ingin dipahami secara lebih mendalam. Jika semua materi dirasa sudah dipahami, selanjutnya bisa dimaksimalkan dengan latihan atau try out. Pada try out-try out inilah kita bisa evaluasi materi apa yang perlu diulang, dipelajari lagi, atau digali lebih dalam. Hal ini apabila dilakukan secara konsisten secara tidak sadar akan meningkatkan pemahaman materi yang kita kuasai. 

Selain itu, tak lupa kami berlatih mengerjakan soal lebih intens secara mandiri untuk mengetahui kecepatan masing-masing dan mengetahui strategi terbaik bagi setiap individu. Contohnya, saya selalu mengerjakan bagian TWK terlebih dahulu, kemudian ke TIU dengan kemampuan mudah, loncat ke TKP hingga selesai dan di waktu yang tersisa saya kembali ke TIU pada soal jenis analisis yang membutuhkan waktu lebih banyak. Lain halnya dengan teman saya yang memilih mengerjakan dari TWK, TKP kemudian terakhir ke TIU. Mana yang terbaik? Tergantung individu masing-masing. Dan kita nggak akan pernah tahu kalau nggak pernah latihan sebelumnya.

Singkat cerita, saat pendaftaran dibuka, kami memilih formasi yang berbeda sesuai minat masing-masing. Saya memilih formasi peneliti ahli muda di BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), sedangkan kedua teman saya memilih dosen di universitas masing-masing tempat mereka bekerja saat ini. 

Semakin mendekati jadwal ujian, latihan kami semakin intens, bahkan hampir tiap hari dalam seminggu kita meluangkan waktu 2-3 jam untuk try out online bersama. Satu minggu menjelang ujian, saya sudah tidak latihan lagi, memberikan istirahat pada otak agar tidak terlalu nervous dan fresh ketika mengerjakan ujian yang sebenarnya. Alhamdulillah kami bertiga lolos passing grade SKD, tinggal mengunggu perankingan untuk lolos ke SKB.

Alhamdulillah, setelah satu bulan ujian, kami bertiga lolos perankingan dan berhak melanjutkan ke ujian SKB. 

Selanjutnya adalah persiapan SKB. Karena saya mendaftar di kementrian yang berbeda, saya tidak ikut lagi belajar bersama. Dan karena materi saya lebih banyak ke materi hafalan, saya memutuskan untuk belajar sendiri untuk SKB. Sedangkan kedua teman saya masih melanjutkan belajar kelompok bersama. Bisa dibilang kalau SKB ini lebih melelahkan karena materinya banyak, ujiannya juga lebih banyak.

Satu minggu setelah wawancara, pengumuman SKB keluar. Alhamdulillah, lagi-lagi kami bertiga bisa lolos di pilihannya masing-masing. Tentu kami sangat bersyukur dengan hasil perjuangan yang sudah dimulai sejak bulan Mei lalu. 

Demikian pengalaman ini saya tulis, semoga memotivasi pejuang CPNS lainnya! 

Salam hangat, 

Share
Tweet
Pin
Share
2 comments

Awalnya saya mendapat DM banyak sekali dari para senior baik yang sudah bekerja di LIPI maupun dari anggota keluarganya yang bekerja disana tentang info perekrutan besar-besaran CPNS BRIN. Kata mereka 'barangkali kamu berminat, bisa dicoba'. Memang nggak ada yang salah sih dicoba saja selagi ada kesempatan, barangkali rezekinya di situ. Dan satu lagi, lebih menyesal nggak mencoba sama sekali daripada mencoba tapi gagal (my principle).

Tidak berselang lama, senior saya yang lain memberitahu kalau BRIN juga mengadakan sosialisasi perekrutan melalui zoom dan streaming Youtube. Pada sosialisasi ini dijelaskan secara detail syarat-syaratnya dan bagaimana mengunggah syarat yang cukup banyak tersebut ke akun sscasn.

BRIN sendiri saat ini adalah satu-satunya badan penelitian nasional (Perpres No 33 Tahun 2021) yang menggabungkan beberapa institusi, yaitu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). 

Sumber: https://casn.brin.go.id/

Sebagai informasi, Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) pada tahun 2021 ini membuka 325 formasi yang terdiri dari 221 formasi CPNS dan 104 formasi CPPPK. Formasi untuk BRIN ini tidak dibatasi oleh bidang tertentu. Artinya, selama pelamar memiliki ijazah S3 sesuai jurusan dan memenuhi HKM yang disyaratkan BRIN, diperbolehkan untuk melamar. Jadi, kita tidak bersaing dengan pelamar dengan bidang yang sama saja (misalnya untuk kasus saya, Pertanian), tetapi 221 formasi itu boleh diisi siapa saja asal lulus proses seleksi. Bisa jadi nanti banyak yang melamar pertanian dan lolos semua. 

Oh ya, ada tiga jalur masuk, yaitu jalur umum (81 orang), lulusan terbaik (20 orang) dan diaspora (120 orang). Kalau sudah bekerja di luar negeri 2 tahun atau lebih sih lebih enak masuk lewat jalur diaspora, karena kuotanya sangat banyak. Oh ya sekadar catatan, semua lulusan S3 itu pasti IPK-nya diatas 3.50 yang berarti juga nyaris semua adalah cumlaude atau lulusan terbaik. Walaupun begitu, tetap bisa kok masuk lewat jalur umum. 

Lantas dimanakah letak perbedaannya? Kuota dan batas passing grade SKDnya berbeda. Lebih baik yang mana? Ini kembali ke strategi masing-masing individu. Kalau saya lebih memilih jalur umum saja (setelah berdiskusi dengan para senpai yang sudah bekerja di BRIN) dengan pertimbangan jumlah formasinya lebih banyak, sehingga peluang lolos SKD melanjutkan ke SKBnya juga lebih besar. Tentu dengan konsekuensi harus belajar ekstra untuk mencapai skor tertinggi sekaligus lolos dari standar passing grade pada TWK, TIU dan TKP. Bagaimana kalau saya lemah di hafalan seperti TWK? Kalau begini, mending lewat jalur cumlaude. Tapi siap resiko juga kalau peluang diambil ke SKB lebih sedikit, karena memang kuota yang disediakan jauh lebih sedikit dari umum.

Panduan pendaftaran CASN dapat didowload pada link berikut: Link panduan CASN. Materi dari webinar seleksi CASN BRIN juga dapat didownload pada link berikut: Jabatan Fungsional Peneliti & Tata Cara dan Prosedur Penerimaan CASN


Seleksi Administrasi

Proses seleksi administrasi ini dimulai dari membuat akun di portal sscasn.bkn.go.id, kemudian dilanjutkan dengan mengupload semua berkas yang diminta. Prosesnya saya uraikan dibawah:

1. Membuat Akun di Portal BKN Online

Buat akun di sscasn.bkn.go.id dengan mengisikan no KTP dan KK, nama lengkap, tempat tanggal lahir, no HP dan alamat email yang aktif. Jangan lupa untuk mengupload scan KTP dan swafoto untuk verifikasi. Kita juga perlu membuat password yang akan kita gunakan setiap kali log in portal sscasn.

2. Mengunggah dan mensubmit dokumen

Pada prosedur ini kita terlebih dahulu log in ke akun sscasn.bkn.go.id. Selanjutnya kita akan diminta mengisikan gelar depan/belakang ijazah, alamat email, alamat KTP, jenis kelamin, jenis disabilitas (disertakan bukti video untuk pelamar jalur disabilitas), alamat domisili dan informasi pribadi lainnya.  

Di halaman selanjutnya, kita akan diminta untuk memilih jenis seleksi, yaitu CPNS, PPPK Guru atau PPPK (non guru). 

Setelah itu kita baru bisa memilih instansi dan jenis informasi yang kita inginkan. Selanjutnya, kita diminta mengisi pendidikan, jabatan, lokasi formasi, lokasi test, no ijazah, tahun lulus, nama universitas dan tanggal ijazah. Sebagai catatan untuk lulusan luar negeri, akreditasi universitas dituliskan A dan IPK yang digunakan adalah IPKsetelah dikonversi dan tercantum di surat keterangan penyetaraan ijazah.

Di halaman berikutnya barulah kita diminta untuk mengunggah berkas-berkas yang diminta dengan ukuran file tidak boleh melebihi 2 MB. Berikut adalah daftar dokumen yang perlu diunggah untuk formasi Ahli Muda - Peneliti BRIN: 

  • Surat lamaran yang ditujukan kepada Kepala BRIN di Jakarta yang ditandatangani di atas materai Rp 10.000 (format disediakan BRIN)
  • Scan e-KTP
  • Surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai Rp 10.000 (format disediakan BRIN)
  • Bukti Akreditasi PTN/Program Studi oleh BAN-PT (untuk lulusan LN, cukup tulis akreditasi A, lalu upload surat penyetaraan ijazah)
  • SK penetapan kegiatan dan/atau pendanaan dari penyandang dana/bukti yang akan diklarifikasi asesor (Saya upload surat keterangan memperolah beasiswa MEXT yang saya minta dari International Student Office di kampus S3 saya)
  • Sertifikat/LoA dari penyelenggaraan konferensi/bukti lain yang akan diklarifikasi oleh verifikator (Karna system seminar di Jepang tidak pakai LoA ataupun sertifikat, jadi saya upload handbook konferensi yang memuat jadwal saya presentasi dan abstrak yang saya presentasikan).
  • Nomor DOI dan naskah KTI yang diterbitkan lengkap (saya upload semua publikasi saya di googledrive di setting terbuka, kemudian saya buat list publikasi saya di word lengkap beserta link dan DOI-nya)
  • (a) Nomor dan KTI yang diterbitkan (b) Status Akreditasi jurnal (c) Buku/Bagian dari buku ilmiah nasional yang terdaftar du IKAPI/APPTI (d) surat pendaftaran paten dari DJKI dan deskripsi paten yang diajukan (saya upload semua publikasi saya di googledrive di setting terbuka, kemudian saya buat list publikasi saya di word lengkap beserta link dan DOI-nya)
  • Ijazah asli (Saya upload ijazah versi bahasa Inggris, disertai dengan surat penyetaraan Ijazah)
  • Transkrip nilai (Saya upload transkrip versi bahasa Inggris, disertai dengan surat penyetaraan Ijazah)
  • Pas foto terbaru berlatar belakang merah

Halaman terakhir adalah resume pendaftaran, yang berisi informasi yang kita masukkan sebelumnya untuk diklarifikasi dengan memberikan check list. Setelah anda merasa yakin, klik cheklist pernyataan dan akhiri pendaftaran. 


Resume Pendaftaran CPNS

3. Pengumuman Verifikasi Berkas

Proses verifikasi berlangsung sekitar 30 hari setelah hari terakhir pendaftaran. Hasil verifikasi berkas diumumkan di website casn.brin.go.id dan juga di portal sscasn.bkn.go.id. Info selengkapnya silakan merujuk pada Link panduan CASN


Hasil Administrasi di website sscasn

 

     TIPS: Persiapkan semua file sesuai format kurang dari 2 MB sebelum melakukan pendaftaran.      


Seleksi Kompetensi Dasar

Apa itu Seleksi Kompetensi Dasar?

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dilakukan secara CAT atau Computer Assisted Test. Soal SKD dibuat oleh panselnas yang terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes  Karakteristik Pribadi (TKP). Pada SKD CPNS 2022, terdapat 110 soal (35 TWK, 35 TIU dan 40 TKP) dengan waktu pengerjaan 100 menit. Setiap tahun kisi-kisi materinya bisa berubah mengikuti keputusan yang biasanya akan diumumkan beberapa minggu sebelum jadwal SKD.

Strategi Mengerjakan SKD

Mungkin akan banyak yang bertanya, bagaimana strategi mengerjakan SKD? Setiap orang pasti strategi-nya berbeda-beda tergantung dari kemampuan dan jalur mana yang dipilih, karena setiap jalur yang dipilih memiliki passing grade (nilai ambang batas) yang berbeda. Silakan cek gambar dibawah.

 

https://yogyakarta.bkn.go.id/

Untuk selain jalur umum, menurut saya kerjakan TIU dulu untuk mengejar skor minimal di TIU lalu kerjakan TWK dan TKP berdasarkan yang paling mudah dahulu untuk mendapatkan nilai total yang tinggi.

Untuk yang jalur umum, kalau saya pribadi memilih untuk mengerjakan TWK terlebih dahulu karena ini adalah point kritis. Selain soalnya pakai logika dan bacaan panjang, mengerjakan TWK di awal menguntungkan saya dengan kondisi otak yang masih fresh dan menghindari otak nge-blank karena nervous dikejar waktu. Selanjutnya adalah soal-soal mudah di TIU sekitar 70% saya selesaikan, lalu beralih ke TKP. Dengan demikian jika kemungkinan terburuknya saya kehabisan waktu, saya sudah memenuhi poin minimal lulus passing grade. Jika waktu saya mengerjakan TKP tersisa, baru saya mengerjakan jenis TIU yang sulit seperti soal cerita untuk menambah poin.

Tapi ini sekali lagi versi saya yang tau kelemahan saya di bacaan panjang dan kelebihan saya di matematika. Meskipun waktu mepet, kondisi saya nervous mengejar waktu tersisa, saya masih bisa konsentrasi mengerjakan TIU. Tapi, kalau di waktu yang mepet dan nervous, saya kesulitan memahami bacaan panjang seperti pada bahasa Indonesia.

Jadi kunci utamanya adalah sering-sering latihan untuk mengetahui dimana kelebihan dan kekurangan kita lalu coba-coba melakukan strategi yang berbeda pada setiap latihan dan lihat dengan strategi mana kita bisa memperoleh hasil maksimal. Good luck!!

Pengumuman Hasil SKD

Proses ujian CAT dapat dipantau secara online di akun resmi Youtube BKN tempat ujian masing-masing (Misalnya, saya ujian di BKN 1 Yogyakarta. Progress skor pengerjaan SKD saya dapat dipantau dari live stream di Youtube BKN Kanreg 1 Yogyakarta). Pergerakan nilai dari awal pengerjaan hingga selesai disiarkan secara langsung. Nilai akhir SKD adalah saat tulisan SELESAI tertera dibelakang nama peserta.

Sedangkan bagi peserta ujian sendiri, hasil ujian dapat diketahui segera setelah menekan tombol SELESAI atau akan muncul secara otomatis apabila waktu pengerjaan telah habis. Jadi, kita bisa tahu secara langsung apakah skor kita memenuhi passing grade yang ditetapkan atau tidak. Fair kan ya? Tapi agak tegang juga saat nilai tiba-tiba muncul di layar PC ujian.

Tapi, lolos passing grade saja tidak menjamin kita bisa melanjutkan ke tahap SKB. Karena hanya 3 kali jumlah kuota yang diminta yang berpeluang melanjutkan ke SKB. Contohnya, formasi yang diminta ada 5 orang. Maka yang berpeluang lolos ke SKB hanya ranking 15 besar saja. Sisanya tidak akan melanjutkan ke SKB meskipun nilainya melebihi passing grade.

Pengumuman perankingan ini akan dikeluarkan diwebsite instansi masing-masing dan informasi kelulusan akan ditampilkan di akun portal sscasn.bkn.go.id.


Hasil SKD di laman sscasn.bkn.go.id


Seleksi Kompetensi Bidang

1. CAT (50%)

Ujian CAT dilaksanakan di BKN sesuai pilihan peserta. Terdapat 100 soal yang harus dikerjakan selama 90 menit. Soalnya beberapa berbentuk bacaan yang cukup panjang, jadi jangan lupa untuk belajar membaca cepat. Materi SKB Penelitian untuk jabatan fungsional Ahli Peneliti Muda (PERMENPANRB No 34 Tahun 2018) adalah sebagai berikut:

  • Etika peneliti dan penelitian: Butir-butir kode etika peneliti; tiga pilar etika
  • Jurnal Ilmiah: Pengenalan jurnal ilmiah dan e-journal, prosedur dan praktek submit naskah; praktek penggunaan aplikasi manajemen referensi
  • Kekayaan Intelektual (ppt): Konsep dasar kekayaan intelektual (KI) dan system perlindungan KI; Kekayaan intelektual, inovasi, dan kegiatan litbang; aspek-aspek terkait KI
  • Pengorganisasian/pengelolaan penelitian: Manajemen penelitian; implementasi manajemen penelitian
  • Landasan penelitian: Filosofi dan paradigma kegiatan penelitian; Pendekatan dan metode penelitian (penelitian kuantitatif, kualitatif, dan mixed method); Invention, innovation, discovery (menuju ke novelty); Implementasi pendekatan dan metode penelitian
  • Proposal dan rancangan penelitian/rencana operasional sesuai kaidah ilmiah: Konsep proposal penelitian; Kriteria dan formulasi proposal penelitian; Strategi dan teknik penulisan proposal penelitian; Berpikir kritis; Teknik perumusan masalah/ pertanyaan penelitian; Metodologi penelitian; Pengelolaan penelitian
  • Pengumpulan dan penelusuran data penelitian berdasarkan kaidah ilmiah; Data dan sumber data; Penelusuran informasi ilmiah; Metode pengumpulan data; Instrumen penelitian
  • Analisis data dan interpretasi hasil penelitian: Konsep dasar pengolahan data; Metode pengolahan dan análisis data; Penyajian dan interpretasi hasil penelitian; Penarikan kesimpulan
  • Teknik penulisan ilmiah hasil penelitian untuk publikasi di jurnal ilmiah: Konsep penulisan ilmiah; Substansi, jenis, dan bentuk penerbitan untuk tulisan ilmiah; etika publikasi ilmiah; strategi publikasi di jurnal ilmiah.

Link yang tercantum diatas adalah hasil studi pustaka untuk materi belajar SKB berdasarkan kisi-kisi PERMENPANRB No 34 Tahun 2018 secara mandiri, bukan materi baku dari BRIN. Selanjutnya, beberapa latihan soal dan pembahasan juga tersedia dalam video yang dapat diakses melalui akun YouTube Gubuk Sains. 


2. Psikotes (20%)

Psikotest dilaksanakan secara online melalui website yang akan ditentukan panitia. Untuk mengikuti psikotest ini kita memerlukan dua perangkat elektronik untuk mengikuti zoom, yaitu PC untuk kamera 1 yang nanti akan kita pergunakan untuk mengerjakan test dan HP atau Tablet untuk kamera 2 yang nanti akan dimasukkan ke dalam ruang pengawas. Ujian berlangsung sekitar 60 menit. Baca juga artikel tentang Jenis-jenis Psikotes dalam Rekrutmen Kerja.


3. Presentasi HKM dan Wawancara (30%)

Rangkaian terakhir dari tes SKB adalah wawancara dan presentasi HKM. Format presentasi HKM sendiri diupload di casn.brin.go.id dan kita tinggal menyesuaikan isiannya sesuai hasil kerja yang kita ajukan sewaktu seleksi berkas kemarin. 

Seleksi berlangsung selama 75 menit yang terdiri dari 15 menit presentasi HKM dan 60 menit sisanya untuk tanya jawab. Tanya jawab lebih banyak mengenai kompetensi yang sudah kita miliki. Karena tidak memilih penempatan saat awal pendaftaran, maka saat wawancara harus sudah menentukan mau masuk di Organisasi Riset mana sebagai bahan pertimbangan.



Pengumuman Hasil Integrasi SKD & SKB 

Hal yang ditunggu-tunggu setelah proses yang panjang dan melelahkan adalah pengumuman hasil integrasi SKD dan SKB. Pengumumannya diupload di website casn.brin.go.id dan juga sscasn.bkn.go.id. dan alhamdulillah kali ini saya lolos :)). It was really hard and long journey. Otsukaresamadeshita!


Pengumuman di casn.brin.go.id
Pengumuman di sscasn.bkn.go.id

Demikian cerita proses perjuangan saya mengikuti rekrutmen CPNS 2021, sekarang dinamakan CASN, dari proses aplikasi berkas, tes SKD, tes SKB dan akhirnya pengumuman. Jika ada waktu luang dan proses pemberkasan sudah selesai, Insya Alloh  akan saya tambahkan informasinya di group ini. 

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

My Friends

  • Puput Dani'e
    Web of Science (WoS) Apply

About me

About Me

I am Izza, a scientist who like writing. I post about my experience as scholarship hunter, job hunter and scientific writer in Satsuma Career.

Total Pageviews

recent posts

Community

1minggu1cerita

Blog Archive

  • March 2022 (1)
  • January 2022 (9)
  • May 2021 (1)
  • January 2017 (2)

Created with by ThemeXpose